/>
Tampilkan postingan dengan label Hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hamil. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 November 2016

Hamil Tapi Tidak Mual dan Tanpa Ngidam

Apa yang terbesit di pikiran anda ketika memikirkan kehamilan? Tentu bayang-bayang mual dan muntah setiap hari serta mengalami ngidam. Namun, apa yang terjadi jika anda tidak mual dan ngidam saat hamil. Apakah kondisi ini normal? Penasaran bukan, untuk itu simak artikel sederhana berikut ini yang akan membahas "hamil tapi tidak mual dan tanpa ngidam". 

Hamil tapi tidak mual dan tanpa ngidam || Selamat datang di salah satu blogspot resmi milik Alfian Herbal yang merupakan Agen resmi pusat penjualan obat herbal secara online yang terbesar dan terpercaya di indonesia yang lebih tepatnya berada di kota tasikmalaya. Kami selaku agen resmi, tidak hanya menghadirkan produk herbal yang berkualitas saja, namun kami juga dapat memberikan kenyamanan kepada anda calon pelanggan kami dengan memberikan sistem pembayaran yang paling istimewa yakni (kirim barang terlebih dahulu, setelah barang sampai baru transfer pembayaran).

Pada kesempatan kali ini pihak Alfian Herbal akan memberikan informasi penting seputar kesehatan yang akan meliputi Hamil Tapi Tidak Mual dan Tanpa Ngidam . Nah, berhubung pada blogspot resmi ini tidak hanya produk herbal atau informasi tentang pengobatan penyakit saja yang dapat kami sampaikan, kutipan sederhana seperti artikel kesehatan ini juga dapat kami sampaikan meskipun singkat namun insyaalloh mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua. Simak terus sampai tuntas ulasan berikut! 

Amankah Hamil tapi Tidak Mual dan Tanpa Ngidam ??


Dikutip dari hamil.co.id | Ngidam merupakan salah satu gejala alami yang terjadi pada ibu hamil. Namun tidak semua ibu hamil merasakan ngidam dan bahkan tidak merasakan mual yang umumnya terjadi pada ibu hamil yang lain. Hal ini bisa saja terjadi mengingat beda orang beda pula gejala kehamilan yang dialami. Anda tidak perlu merasa khawatir dan mengira- ngira apakah kehamilan tanpa ngidam dan mual merupakan hal buruk atau tidak. Perlu diketahui, jika nyatanya ada sekitar 30% orang yang merasakan hamil namun, tidak disertai dengan ngidam dan mual. Justru sebaliknya ketika mendapati ibu hamil mengalami mual dan muntah secara berlebihan seharusnya segera berkonsultasi dengan ahli kandungan karena bisa jadi terdapat gangguan pada kehamilannya.

Kasus tidak mual saat hamil ini, memang tergolong sedikit orang yang mengalaminya namun tidak berarti kehamilan anda bermasalah. Meski ada sebagian kecil dari para ibu hamil yang keguguran karena tidak mengalami muntah dan mual namun, banyak juga yang dapat melalui fase hamil secara lancar tanpa ada gangguan-gangguan mual serta muntah. Jika memang demikian, maka anda sudah sepantasnya bersyukur karena tidak mengalami gangguan tersebut.

Selain itu, hamil dengan mual dan muntah dapat menyebabkan seorang ibu menjadi mudah lelah serta hilangnya banyak cairan pada tubuh dan kurang bersemangat karena kondisi yang kurang nyaman. Bagi anda yang hamil tapi tidak mual dan tanpa ngidam, seharusnya anda merasa beruntung karena tidak perlu bersusah-payah mengatasi gejala kehamilan yang satu ini.

Tips Mengatasi Mual Ketika Ngidam


Kebanyakan dari ibu hamil, umumnya mengalami gejala mual, muntah serta keingingan untuk mengonsumsi sesuatu yang disebut pula dengan ngidam. Mual dan muntah sendiri, merupakan gejala alami yang dapat dikurangi dengan cara, seperti berikut :

Menggunakan kentang

Ibu hamil terkadang tidak ingin memakan nasi meskipun nasi merupakan makanan penting yang dapat digunakan untuk menambah energi di dalam tubuh. Jika memang selera makan terutama untuk mengkonsumsi nasi berkurang, maka dapat mengganti nasi dengan kentang. Kentang sendiri mengandung karbohidrat serta mengandung vitamin B6, yang dapat berperan sebagai pengurang rasa mual. Anda dapat mencoba beragam kreasi kentang sehingga menu yang tersaji pun dapat beragam.

Mengkonsumsi bayam

Bayam merupakan satu dari banyaknya sayuran yang begitu digemari. Bayam tidak hanya enak dimasak sebagai sayur melainkan enak pula dijadikan kripik bayam yang dapat dikomersilkan. Bayam dapat digunakan untuk mengatasi mual dan muntah serta dapat pula digunakan untuk mengatasi beragam jenis penyakit. Bayam sendiri mengandung B6 yang berguna dalam mengurangi rasa mual sehingga, sangat direkomendasikan bagi para ibu hamil. Bayam juga mengandung manfaat zat besi untuk ibu hamil, yang baik untuk mencegah anemia.

Buah pisang

Tahukah anda jika ternyata buah pisang dapat digunakan sebagai penekan rasa mual? Sama seperti kentang dan bayam, buah yang satu ini juga mengandung vitamin B6. Selain itu, manfaat pisang untuk ibu hamil juga dapat digunakan sebagai penganjal rasa lapar karena memberi efek kenyang. Buah pisang sebaiknya dijadikan sebagai buah favorit selama dan setelah masa-masa kehamilan.

Jahe

Jahe tidak hanya digunakan sebagai bahan minuman namun banyak pula digunakan untuk dibuat kue dengan rasa khas. Hebatnya lagi jahe dapat digunakan untuk mengurangi rasa mual pada bumil. Cara menggunakan jahe untuk mengurangi rasa mual dapat dilakukan dengan cara mencucinya hingga bersih lalu potong dan rebus jahe pada air yang telah mendidih lalu tambahkan madu kedalamnya.


Jika anda yang penasaran dan ingin memperbanyak pengetahuan tentang macam-macam kesehatan baik itu kesehatan pada ibu hamil, anak, dll semuanya ada dalam website ini. Jadi silahkan anda simpan link berikut ini http://tehherbaluntukmengobatipneumotoraks.blogspot.com/ , baik untuk pembelian produk herbal atau bahkan hanya sekedar mencari tahu tentang berita-berita kesehatan yang telah kami kutip. Salam sehat!!!

Hamil Tapi Tidak Mual dan Tanpa Ngidam

Kamis, 27 Oktober 2016

Tidur Mendengkur Saat Hamil Bisa Membahayakan Bayi

Tidur mendengkur saat hamil bisa membahayakan bayi | Selamat datang dan terimakasih karena telah berkunjung ke salah satu blogspot resmi milik alfian herbal yang merupakan agen resmi pusat penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya di indonesia yang lebih tepatnya berada di kota tasikmalaya. Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi informasi penting seputar tidur mendengkur saat hamil bisa membahayakan bayi .

Tidur mendengkur merupakan suatu hal yang umum bagi ibu hamil. Kondisi ini bahkan cenderung makin parah pada trimester ketiga. Suatu studi melaporkan bahwa hampir 25 persen ibu hamil sesekali akan mengalami tidur dengan mendengkur pada minggu terakhir kehamilan mereka, sedangkan 25 persen lainnya dilaporkan mendengkur lebih sering di minggu-minggu terakhir kehamilan.


Gangguan tidur mendengkur ini biasa disebut juga dengan sleep apnea. Kondisi ini menyebabkan napas terhenti sesaat ketika tidur. Hal ini dapat mengundang bahaya bagi ibu hamil karena ketika napas terhenti, jumlah oksigen dalam darah pun menurun.

Beragam Penyebab Mendengkur Saat Hamil


  • Apnea Tidur Obstruktif. Dengkuran yang nyaring dan sering, dapat menjadi pertanda apnea tidur obstruktif yang membuat napas sering terhenti karena jalur arus masuk-keluar udara yang tersumbat.
  • Peningkatan jumlah darah dan perkembangan pembuluh darah dalam tubuh ibu hamil turut menyebabkan selaput hidung membengkak yang hasilnya adalah Bunda mendengkur saat tidur.
  • Tingginya kadar hormon estrogen saat hamil yang dapat ikut membuat jalan napas membengkak dan bahkan menyebabkan bertambahnya lendir.
  • Hidung tersumbat karena sebab lain, misalnya alergi atau pilek.

Tekanan Darah Tinggi dan Preeklamsia

Menurut seorang pakar gangguan tidur, kebiasaan mendengkur saat tidur yang dimulai ketika hamil dapat menempatkan seorang ibu pada kondisi risiko yang lebih besar mengalami preeklamsia atau tekanan darah tinggi (hipertensi). Ini karena terhalangnya jalan napas pada malam hari merupakan faktor penyumbang meningkatnya tekanan darah tinggi dan preeklamsia pada kehamilan. Seorang ahli saluran pernapasan menunjukkan bahwa ibu hamil yang terbiasa mendengkur akan dihadapkan kepada risiko dua kali lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi dan preeklamsia, dibandingkan para ibu yang tidak mendengkur.

Preeklamsia adalah kondisi tekanan darah tinggi yang timbul setelah usia kehamilan 20 minggu ditambah pembengkakan bagian tubuh atau disebut edema dan/atau proteinuria, yaitu terlalu banyak protein yang terbuang melalui urine. Kondisi preeklamsia ditandai dengan gejala tambahan berupa sakit kepala parah, muntah, terasa nyeri hebat pada perut bagian atas, serta gangguan penglihatan.

Hambatan pada Pertumbuhan Janin

Sebuah temuan medis menyatakan bahwa terdapat hubungan antara gangguan tidur, yaitu sleep apnea, dan Intrauterine Growth Retardation atau hambatan pada pertumbuhan janin. Bayi dengan kondisi Intrauterine Growth Retardation terlahir dengan ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan rata-rata dan mengalami keterlambatan perkembangan.

Risiko untuk Menjalani Persalinan Caesar

Sebuah studi menemukan bahwa ibu hamil yang mendengkur sebanyak tiga malam dalam seminggu lebih cenderung memiliki bayi yang berukuran lebih kecil dan berkemungkinan lebih besar untuk dilahirkan melalui operasi caesar. Dari penelitian tersebut, sekitar 33 persen dari 1.600 ibu hamil memiliki kebiasaan mendengkur. Dan dari para pendengkur tersebut, terdapat jumlah signifikan yang melahirkan secara caesar, bahkan banyak yang memerlukan operasi caesar darurat.

Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah

Ibu hamil yang kerap mendengkur cenderung melahirkan bayi dengan berat badan di bawah rata-rata. Ibu patut waspada karena bayi dengan berat badan rendah diketahui lebih rentan terhadap serangan penyakit tertentu.

Dikutip dari alodokter.com

Hanya sekedar pengingat saja , untuk anda yang ingin mengetahui mengenai kutipan artikel kesehatan yang telah kami informasikan sebelumnya anda bisa mengunjungi blogspot resmi kami di alamat http://tehherbaluntukmengobatipneumotoraks.blogspot.com/ . Terimakasih atas kunjungan dan perhatiannya. Semoga artikel sederhana yang kami kutip ini bermanfaat untuk anda semua.  

Tidur Mendengkur Saat Hamil Bisa Membahayakan Bayi